Rabu, 23 Juni 2021

Forpi Waspada Dompleng KK pada PPDB

Posko Forpi Kota Yogyakarta. (Foto : Smol.id/dok)

SMOL.ID – YOGYAKARTA – Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta, mewanti-wanti pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Tahun Ajaran 2021/2022 hendaknya jangan coba-coba mendompleng Kartu Keluarga (KK) ke orang lain yang tempat tinggalnya dekat dengan sekolahan yang diinginkan.

Selain itu, menurut Wahyu Wijayanta, Koordinator Forpi Kota Yogyakarta, keterangan domisili (SKD) asli tapi palsu alias aspal kerap ditemukan pada pelaksaan PPDB.

SKD ini, lanjut dia, mudah untuk mendapatkannya. Oleh karena itu, pihak RT/RW dan Lurah agar lebih selektif dalam memberikan SKD ini.

”Jika siswa tersebut tidak berdomisili diwilayah setempat, maka jangan diberikan SKD,” Wahyu Wijayanta dalam rilisnya yang diterima Smol.id, Jumat (11/6).

Dalam rilisnya yang ditandatangani Wahyu Wijayanto dan Umi Hidayati, swlaku anggota, Fakhruddin AM, anggota dan Baharuddin Kamba, anggota dalam rilisnya mengatakan, modus mendompleng KK tujuannya hanya satu yakni agar mudah mendapatkan sekolah favorit atau sekolah yang diinginkan.

Pada Juli 2013 lalu Forpi Kota Yogyakarta pernah menemukan modus status “famili lain” pada Kartu Keluaga untuk mempermudah calon siswa dari luar daerah, agar diterima di sekolah negeri di Kota Yogyakarta.

Sementara calon siswa yang asli warga Kota Yogyakarta tersingkir dan harus sekolah di swasta. ”Ini khan kasihan yang tersingkir, karena ulah orang yang curang,” timbal Baharuddin Kamba.

Harapannya perlu ada evaluasi secara menyeluruh dan tuntas terkait PPDB jalur zonasi. Hal ini penting agar modus-modus seperti dompleng KK dan akal-akalan pemilikan SKD tidak terjadi lagi. Untuk itu, semua ini perlu dievaluasi.(Rangga Permana/aa/smol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA