Rabu, 23 Juni 2021

Tak Sempat Dilarikan ke RS, 1 Lagi Pasien di Donohudan asal Kudus Meninggal Dunia

SMOL.ID, BOYOLALI – Satu lagi pasien covid-19 yang menjalani isolasi di Asrama Haji Donohudan asal Kudus dilaporkan meninggal dunia. Pasien atas nama Henki Jantomo, 47 warga Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kudus meninggal di kamar isolasi. Saat meninggal, petugas medis sedang beriap membawa pasien ke rumah sakit.

“Sebelumnya ada satu orang yang meninggal dan sempat dilarikan ke rumah sakit di Solo. Kemudian pada Kamis (10/6) malam ada tambahan satu lagi yang meninggal merupakan warga Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kudus,” kata Pelaksana Harian Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Masut di Kudus, Jumat.

Sebelum meninggal, almarhum mengalami keluhan sesak nafas, kemudian petugas medis bersiap membawa pasien ke rumah sakit terdekat. Namun almarhum sudah lebih dulu menghembuskan nafas terakhirnya Kamis (10/6) pukul 20.00 WIB.

Almarhum langsung dibawa pulang ke Kudus pada Kamis (10/6) malam, kemudian langsung dikebumikan.

Sementara itu, Kepala Desa Gondangmanis Susanto mengatakan jenazah almarhum Henki Jantomo tiba di Kudus Jumat (11/6) dini hari sekitar pukul 01.15 WIB, kemudian dikebumikan di pemakaman desa setempat dengan disaksikan pihak keluarga yang ada di Kudus setelah digelar salat jenazah.

Sementara jumlah warga Desa Gondangmanis yang menjalani isolasi terpusat di Boyolali, katanya, ada 32 orang.

Dengan adanya kasus dua meninggal di asrama tersebut, Pemkab Kudus melakukan koordinasi langsung dengan pihak pengelola asrama terkait ketersediaan tim medis ketika sewaktu-waktu dibutuhkan serta ketersediaan obat-obatan serta ketersediaan air mineral. Penderita covid-19 membutuhkan air mineral cukup banyak.

Kasus meninggal penderita COVID-19 pertama kali terjadi pada Rabu (9/6) malam bernama bernama Subiyanto (63) warga Desa Mlati Lor, Kecamatan Kota, Kudus, yang dimungkinkan memiliki komorbid atau penyakit bawaan. Almarhum sempat dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Solo untuk mendapatkan perawatan sebelum akhirnya meninggal dunia.

Adanya kasus meninggal dan keluhan masyarakat terkait pelayanan, mulai dari ketersediaan obat-obatan, air mineral hingga tim medis yang disebutkan siaga 24 jam, akhirnya Tim Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kudus melakukan evaluasi. Kriteria pasien yang bisa diberangkatkan ke Boyolali semakin diperketat dengan menambahkan poin-poin tambahan untuk persyaratan yang bisa diisolasi ke Boyolali. Setidaknya, yang bisa diisolasi terpusat harus bisa mengurusi dirinya sendiri dan kondisi pasien tanpa gejala ataupun bergejala ringan.(lin/smol/ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA