Minggu, 25 Juli 2021

Disosialisasi, Ribuan PKL Belum Sadar Tanda Daftar Usaha

SMOL.ID – KARANGANYAR – Dari ribuan PKL (pedagang kaki lima) yang ada di Karanganyar, termasuk di daerah-daerah di 17 kecamatan, baru sekitar 1.500-an yang terdaftar memiliki Tanda Daftar Usaha (TDU). Karena itulah dia meminta Disdagnakertrans untuk gencar melakukan pendataan, agar hak dan kewajiban mereka bisa terpenuhi.

Anggota Komisi B DPRD Karanganyar Abdul Rosyid mengatakan hal itu di sela-sela sosialisasi pentingnya TDU bagi PKL di Karanganyar. Hal itu akan memudahkan, jika suatu saat ada masalah dan juga misalnya pemerintah sudah memungkinkan memberikan tempat yang layak bagi mereka.

Selama ini memang sangat banyak dijumpai PKL menempati trotoar, tepi jalan, pokoknya asal dgangan mereka bisa laku. Di saat kondisi seperti ini, pandemi yang memungkinkan semua didorong menjadi wirausaha mandiri, menjadikan jumlah PKL menjadi semakin menjamur dalam jumlah banyak.

Jika sejak awal mereka disadarkan untuk mengurus TDU, sebetulnya akan lebih mudah menata dan menyalurkan bantuan untuk PKL tersebut. Sehingga tidak terjadi antreanpanjang di Disdagnakertrans ketika mereka secara mendadk mengurus TDU.

Kabid Pasar Disdagnakertrans Sriyanto mengatakan, untuk PKL di sekitar Palur sampai Bejen saja ada sekitar 500-an lebih yang belum terdaftar dan memiliki TDU. Bahkan yang sudah menetap seperti di Taman Pancasila depan rumdin bupati dan Alun-alun masih banyak yang belum memiliki TDU.

Sebetulnya mereka memang perlu ditata, termasuk yang di daerah paling tidak agar tidak mengganggu pengguna jalan yang lain. Hanya memang tidak semua daerah kecamatan memiliki area untuk menempatkan PKL dalam satu area agar lebih mudah ditata.

Namun paling tidak mereka harus juga menghormati pengguna jalan lain yang juga memiliki hak untuk memakai jalan dan trotoar. Juga akan lebih mudah untuk mengatur mereka jika semua memiliki TDU.

Salah seorang anggota paguyuban PKL Alun-alun mengatakan, sebetulnya kalau mau menempati area Alun-alun memutar masih ada tempat untuk area PKL. Seban sejauh ini belum semua PKL berjualan tiap malam. Tapi jika inginnya ada di area depan menghadap jalan, memang sudah penuh.

Sebetulnya bisa saja jika keliling area Alun-alun semua ditempati, maka akan lebih ramai dan semakin banyak pilihan. Soal rezeki itu urusan Yang Di Atas. Toh belum tentu yang di depan pasti laris. Karena itu saya himbau untuk bergabung saja di Alun-alun dari pada di trotoar.(joko dh/aa/smol)

TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA