Minggu, 25 Juli 2021

Dituding Setujui UU Ciptaker dalam Uji Materi di MK, Ini Bantahan Demokrat

SMOL.ID, JAKARTA – Dalam sidang di Mahkamah Konstitusi anggota DPR dari F-PDIP Arteria Dahlan menyebutkan Demokrat menyetujui Undang-Undang (UU) Cipta Kerja Klaster Ketenagakerjaaan sejak dalam pembahasan, namun menolak saat ada peliputan media massa.

Pernyataan Arteria itu mengundang protes keras Partai Demokrat. Anggota DPR RI dari F-Partai Demokrat Benny K Harman mengatakan, pihaknya menolak RUU Ciptaker sejak dibahas di dewan.

“Sidang UU Ciptaker di MK, Demokrat disebut ‘walk out saat diliput, bohong besar. Dari awal di semua tingkatan pembahasan, Demokrat menolak RUU Ciptaker Klaster Ketenagakerjaan. Jika MK mau cari kebenaran, saya siap hadir sebagai saksi di sidang MK,” ujar Benny dalam keterangan tertulis yang diterima, di Jakarta, Sabtu.

Benny menjelaskan sejak awal Partai Demokrat sangat konsisten menolak RUU Ciptaker Klaster Ketenagakerjaan.

Ia berharap dalam sidang uji formil UU Ciptaker, hakim bisa menjadi pengawal konstitusi dengan berani membatalkan UU Ciptaker yang cacat dalam pembuatannya.

“Terkait uji konstitusionalitas UU Ciptaker di MK saat ini, kami berharap hakim MK benar-benar menjadi pengawal konstitusi. Jangan takut kedudukan hilang untuk membatalkan UU yang jelas-jelas cacat prosedur-konstitusi. Demi keadilan, saya pun siap bersaksi di persidangan MK,” kata Benny yang juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu pula.

Benny menjelaskan, dalam budaya negara demokrasi, Mahkamah Konstitusi dibentuk sebagai perkakas rakyat untuk membentengi diri dari kesewenang-wenangan rezim diktator dan kaum oligarki politik.

“Di negara otoriter, MK menjadi senjata penguasa untuk meredam suara kritis rakyat yang menuntut hak-hak konstitusionalnya. #RakyatMonitor,” ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra)/Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menegaskan, penolakan Partai Demokrat terhadap RUU Cipta Kerja yang terjadi sejak awal prosesnya, merupakan fakta sejarah.

“Janganlah mesin kekuasaan yang diwakili oleh agen-agennya di parlemen maupun di tempat lain, kemudian mencoba mengooptasi apalagi memanipulasi sejarah ini,” ujarnya.

Herzaky yakin masyarakat Indonesia mengetahui Partai Demokrat memperjuangkan harapan dan aspirasi rakyat terkait RUU Cipta Kerja. Kenyataan itu tidak bisa ditangkal.

“Setiap saksi di Mahkamah Konstitusi terikat dengan sumpah, untuk mengatakan kebenaran. Jika ada yang mengatakan sebaliknya, kami berharap Mahkamah Konstitusi yang terhormat bisa memprosesnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Herzaky.(lin/smol/ant)

TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA