Minggu, 25 Juli 2021

4 Kecamatan Tak Punya SLTA, Kuotanya Ikut Tetangga

Kerumunan mulai berkurang di hari pendaftaran kedua.

SMOL.ID – KARANGANYAR – Sebanyak empat kecamatan di Karanganyar diketahui tidak atau belum memiliki sekolah setingkat SLTA Negeri baik SMA maupun SMK. Untuk proses PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) keempat wilayah itu terpaksa harus diikutkan zonasi tetangganya dengan kuota 10 persen.

Keempat wilayah itu Jatiyoso, Tasikmadu, Tawangmangu, Jaten. Tawangmangu baru akan membangun, awal bulan ini Gubernur Ganjar Pranowo baru meletakkan batu pertama pembangunan SMA Persiapan Negeri Tawangmangu, Diperkirakan Desember selesai.

Sedangkan Jaten, awal Bupati Juliyatmono memimpin sebetulnya sudah menggagas pembangunan SMK atau SMA di Jaten dan Matesih. Namun baru Matesih yang dibangun, keburu wewenang SLTA diambil Pemprov Jateng sehingga tidak jadi.

Suratno, Kepala Wilayah Cabang VI Depdikbud Jateng mengatakan, kuota untuk wilayah kecamatan yang belum memiliki SLTA itu ikut tetangganya. Misalnya Jaten, ikut Karanganyar 5 persen ikut Kebakkramat 5 persen. Begitupun Tasikmadu, sama dengan Jaten, ikut Karanganyar dan Kebakkramat.

Sedangkan Tawangmangu sebelum SMAnya jadi, ikut Karangpandan yang terdekat. Jatiyoso ikut Jumapolo dan Matesih yang terdekat. Petunjuk teknis itu sudah diketahui oleh semuanya jadi tidak masalah.

Sementara itu dari pengamatan smol.id, suasana PPDB berangsur-angsur sepi tidak seramai hari pertama Senin kemarin. Sebab pendaftar Senin tinggal mengambil nomor pendaftaran hasil entri data petugas. Karena itu meski masih ada pendaftar, suasana tak seramai sebelumnya.

Drajat Sri Widodo Kepala SMP 1 mengatakan, pendaftaran ramai karena tiap anak mesti diantar orang tuanya, dan mereka menunggui sampai selesai entri data. Sehingga orang tua berkerumun menunggui anak selesai mendaftar. Kalau dibiarkan bisa satu halaman penuh sebab ada yang orang tuanya dua-duanya ikut.

‘’Untung mereka mau diminta pulang karena bukti pendaftaran bisa diambil keesokan harinya. Tinggal sedikit namun masih saja berkerumun karena bertemu tetangganya, temannya dan lainnya. Himbauan tidak berkerumun setiap saat diulang lewat speaker, tapi masih nekat juga,’’ kata dia.

Sri Muladi Kepala SMP 2 mengatakan, anak jaman sekarang susah mandiri, daftar sendiri seperti ketikka kita sekolah dulu. Namun hal itu karena orang tua juga merasa khawatir sehingga harus mendampingi. Kalau seperti itu susah mencegah berkerumun.

Suasana sepi juga terjadi di PPDB SMA 1 Karanganyar, sekolah yang menjadi favorit warga Lereng Lawu. Kerumunan terjadi hari pertama karena sepertinya anak dan orang tua tidak puas jika segera mendaftar. Padahal ditunggu tiga hari pendaftaran.

Namun hari pertama saja pendaftar sudah melebihi target penerimaan. Rata-rata sudah sampai 350 – 400 pendaftar. Pdahal kuotanya hanya 288 siswa saja untuk semua kategori baik zonasi, afirmasi, pindahan dan prestasi. Namun biasanya berkurang sendiri karena ada yang beralih ke swasta atau nanti secara otomatis jatuh ke pilihan kedua.(joko dh/aa/smol)

TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA