Minggu, 25 Juli 2021

DPRD DIY Hormati Keputusan Sultan HB X

Huda Tri Yudiana. (Foto : Smol.id/Rangga Permana)

SMOL.ID – YOGYAKARTA – Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istiimewa Yogyakarta (DIY) menghargai dan menghormati keputusan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk tidak melakukan lockdown.

”Kami menghormati beliau, karena memang berbagai kondisi pemda yang tidak memungkinkan terutama kondisi keuangan APBD dan Danais,” ujar Huda Tri Yudiana, Wakil Ketua DPRD DIY, Selasa (22/6).

Hal itu disampaikan Huda, panggilan akrab Huda Tri Yudiana menanggapi wacana lockdown yang disampaikan Ngarsa Dalem, panggilan akrab Sri Sultan Hamengku Buwono X di Bangsal Kepatihan, Pemda DIY. ”Apapun keputusan Ngarsa Dalem kami hormati,” ujar Huda.

Sebab, lanjut Huda, saat ini APBD sangat tergerus habis untuk penanganan kesehatan, vaksinasi dan mempertahankan ekonomi di Yogyakarta agar terus berjalan.

”Secara aturan PSBB harus mengkompensasi warga yang dilarang keluar rumah, dan itu memang tidak ada uangnya. Kami sangat memahami dan menghormati jal tersebut,” ujar Huda menjelaskan.

Tetapi esensi pembatasan pergerakan manusia secara ketat, tetap harus dilakukan. Untuk itu, aparat keamanan dimohon bantuannya untuk membantu penertibpan protokol kesehatan di tempat tempat umum, wisata, maupun berbagai tempat potensi kerumunan.

Rekan rekan kabupaten kota yang memiliki kewenangan dan wilayah pengaturan mohon pro aktif membuat shelter, mengaktifkan jogo wargo dan semua tindakan yang bisa menurunkan segera covid19.

Warga mohon saling menjaga, menahan diri jangan melakukan pertemuan terlebih dahulu. Aturan pengetatan PPKM mikro yang kemarin dikeluarkan pemerintah pusat, sebenarnya cukup mewakili pembatasan ini jika dilaksanakan secara betul dan konsekuen.

”Kami mohon juga untuk warga dan media massa, untuk mewartakan dan menginformasikan kondisi yang sebenarnya khususnya dalam menghambat berbagai berita hoax,” katanya.

”Mohon disampaikan apa.adanya, saat ini kondisi rumah sakit sudah sangat kewalahan, oksigen menipis, shelter penampungan juga sudah hampir penuh semua dan terpaksa menambah terus,” tambah Huda.

Untuk itu, ia mengajak warga DIY untuk kompak dan gotong royong dalam menghadapi wabah ini, tidak perlu saling menyalahkan antara siapapun. ”Yang kita butuhkan saat ini, adalah saling melengkapi, saling mengisi, saling mendoakan, saling membantu dan gotong royong,” ujarnya. (Rangga Permana)

TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA