Minggu, 25 Juli 2021

Pasien di Rumdin Walkot Semarang Ditawari Hadiah

SMOL.ID – SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo siapkan hadiah untuk pasien yang menjalani isolasi terpusat di Rumah Dinas (Rumdin) Wali Kota Semarang. Hadiah itu akan diberikan asal mereka mau mengikuti tantangan berupa lomba video antarpasien tentang Covid-19.
Tantangan itu dilontarkan saat ia mengunjungi tempat isolasi terpusat di Rumdin Wali Kota Semarang, Selasa (22/6/2021). Selain memberikan tantangan berhadiah, dia juga sempat berdialog dengan pasien yang karantina di tempat itu 

“Semua yang berkumpul di sini tolong buat video. Bagaimana kalau kita buat lomba video antarpasien. Setuju tidak?” ujarnya saat memberikan tantangan kepada para pasien isolasi terpusat di Rumdin Wali Kota Semarang.

“Setuju,” teriak para pasien.

“Setuju ya. Mulai hari ini, memperebutkan lima hadiah dari gubernur. Panitia nanti dikoordinasi oleh petugas di sini,” katanya.

Video itu, harus berdurasi tidak lebih dari 2 menit. Video yang dibuat bisa berbentuk sosialisasi, imbauan, atau cerita tentang bahaya Covid-19 termasuk bagaimana teman-teman yang positif itu bisa tertular. 

“Misal video pendek bagaimana teman-teman ini bisa ketularan atau video pesan kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat untuk disiplin menghindari kerumunan kemudian suruh pakai masker dengan benar. Bisa juga tentang bagaimana rumah sakit dan tempat isolasi sekarang penuh. Intinya biar masyarakat tahu kondisinya sekarang seperti apa,” jelasnya.

Sementara itu, terkait keterisian tempat isolasi terpusat di Rumdin Wali Kota Semarang saat ini mencapai sekitar 80 persen. Pasien yang ditemuinya pagi itu rata-rata baru menjalani karantina kurang dari lima hari.

Di antara mereka juga ada yang berasal dari luar Kota Semarang. Salah seorang di antaranya adalah Alwi, warga asal Mranggen, Demak. Pemuda yang bekerja sebagai tukang parkir di sebuah rumah sakit tersebut terkonfirmasi positif Covid-19 dan baru menjalani isolasi di Rumdin Wali Kota Semarang selama dua hari.

Gubernur juga berdialog dengan seorang perempuan yang mengaku terkonfirmasi positif Covid-19 setelah acara lamaran. Bahkan dalam waktu dekat akan menggelar akad nikah.

“Kemarin ada acara lamaran, tanggal 30 rencana menikah,” ujar perempuan itu.

Adapun dalam beberapa kesempatan mengunjungi tempat isolasi terpusat, dia selalu meminta kepada para pasien isolasi untuk membuat video pendek. Video tersebut merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terkait pandemi Covid-19 yang belum selesai.

Juga agar masyarakat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan karena varian baru yang ditemukan akhir-akhir ini sangat cepat menular sehingga mengakibatkan lonjakan kasus di beberapa daerah. (aa/smol)

TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA