Minggu, 25 Juli 2021

Meningkatkan Kualitas Pembelajaran melalui Supervisi Akademik

Oleh: Dra. Hj. Ratna Ayu Kartika Wulan, M.M.Pd*)

SMOL.ID – Tak dipungkiri bahwa zaman terus berubah. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat. Bersamaan dengan itu pula guru juga harus berbenah. Guru harus terus belajar dan meningkatkan kompetensinya. Guru tidak boleh berdiam diri dan mengandalkan kemampuannya yang telah usang. Guru mesti harus merespon kemajuan zaman dengan pro aktif. Guru yang enggan belajar dan tidak mau berubah akan ketinggalan zaman. Mereka sulit beradaptasi dan mengikuti perkembangan zaman yang terus melaju dengan cepat. Dengan demikian, guru tipe ini bukan tidak mungkin akan ditinggalkan peserta didik lantaran tidak dapat menyuguhkan pembelajaran yang menarik dan sesuai kebutuhan mereka.

Kemajuan zaman merupakan sesuatu yang niscaya. Oleh karenanya, kemajuan zaman tidak dapat ditolak dan atau dihindari. Semestinya kemajuan zaman diikuti dan dikelola untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Selama kemajuan zaman itu dikelola dengan baik, tentu akan memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia itu sendiri.

Merespon perkembangan zaman yang semakin maju, pendidikan juga harus menampilkan wajah baru yang sesuai dengan zamannya. Pendidikan bukan sekedar mengajarkan teori kosong tanpa makna. Namun pendidikan harus diarahkan pada terciptanya sumber daya manusia yang unggul agar dapat bersaing meraih posisi strategis dalam kehidupan dan peradaban. Untuk itu, pendidikan harus dikelola oleh sumber daya manusia (guru) yang berkualitas pula.

Guru merupakan sumber daya manusia di lembaga pendidikan yang mempunyai peran strategis dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas. Pembelajaran yang berkualitas adalah pembelajaran yang dilakukan dengan persiapan yang baik, bermakna, dan menyenangkan. Dengan demikian, peserta didik antusias mengikuti pembelajaran tanpa merasa jenuh dan bosan.

Pembelajaran yang berkualitas tidak terjadi dengan serta merta. Pembelajaran yang berkualitas terjadi melalui proses pembinaan dan bimbingan dari kepala madrasah sebagai atasan langsung. Kepala madrasah sebagai top manajer memiliki peran dan tanggung jawab membina dan membimbing guru dalam menjalankan tugas profesionalnya sebaik mungkin. Kepala madrasah secara berkala melakukan supervisi baik secara individual maupun kolektif terhadap guru untuk mengontrol perkembangan kompetensi guru dari waktu ke waktu.

Kepala madrasah sebagai pemimpin pendidikan di madrasah tidak membiarkan guru melakukan tugasnya dengan semaunya sendiri. Oleh karenanya, kepala madrasah senantiasa memantau guru agar mereka dapat menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Tugas guru bukan sekedar menyampaikan materi pelajaran di kelas, namun guru juga harus mendidik, membina, melatih, dan mengevaluasi siswa. Agar guru melaksanakan tugas tersebut dengan baik, kepala madrasah sudah barang tentu melakukan kegiatan supervisi akademik terhadap guru secara sistematis dan terstruktur.

Menurut Sudjana, supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan untuk guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran demi mencapai tujuan pembelajaran (Sudjana, 2011:54). Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan supervisi akademik bertujuan untuk membantu guru mengembangkan kemampuannya dalam mencapai tujuan pembelajaran peserta didik (Sudjana, 2011:56).

Berdasarkan peraturan pemerintah (PP) Nomor 13 tahun 2007 tentang standar kompetensi kepala madrasah dijelaskan bahwa kompetensi supervisi kepala madrasah yaitu terampil dalam merencanakan program supervisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. Seorang guru dikatakan profesional ketika ia memiliki empat kompetensi yaitu kompetensi pedagogi, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial.

Kompetensi pedagogik berkaitan dengan kemampuan guru dalam mengelola peserta didik, kompetensi profesional berkaitan dengan penguasaan guru dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan atau seni budaya. Dalam hal ini penguasaan pengetahuan minimal mencakup penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam sesuai standar isi program satuan pendidikan, mata pelajaran, dan atau kelompok mata pelajaran yang diampu. Kompetensi kepribadian dan sosial secara beriringan terkait dengan keberadaan pendidik sebagai bagian dari anggota masyarakat.

Dengan demikian, dapat dipahami bahwa esensi kegiatan supervisi akademik itu sama sekali bukan menilai kinerja guru dalam mengelola proses pembelajaran, melainkan membantu guru mengembangkan kemampuan profesionalismenya. Meskipun demikian, supervisi akademik tidak bisa terlepas dari penilaian unjuk kerja guru dalam mengelola pembelajaran.

Untuk itu, guru dituntut mampu memahami makna dan karakter kurikulum sehingga dapat menguasai materi, metode, teknik, dan evaluasi pembelajaran sehingga hasil pembelajaran pada suatu satuan pendidikan dapat dicapai secara maksimal dan bermutu. (aa/smol)

*)Dra. Hj. Ratna Ayu Kartika Wulan, M.M. Pd
Kepala MTs Negeri 2 Banjarnegara

TERKAIT

17 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA