Minggu, 25 Juli 2021

Muhammadiyah: Bergerak untuk Kemajuan Ummat dan Bangsa

Oleh: Agus Priyadi, S.Pd.I.*)

SMOL.ID – Tak terasa, usia Muhamamdiyah kini sudah 112 tahun. Seiring dengan hari milad, kita patut bersyukur dan berterima kasih pada persyarikatan Muhammadiyah yang berkomitmen menegakkan amar ma`ruf nahi mungkar.

Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah dan sosial memiliki misi menjalankan risalah Islam seperti yang diajarkan oleh Nabi Muhmmad SAW yaitu sebagai rahmatan lil`alami. Oleh karenanya, Muhammadiyah membawa ummat pada kesadaran doktrinal dan kontekstual.

Untuk menjalankan misi tersebut, Kyai Dahlan, sebagai perintis dan pendiri persyarikatan terbesar di Indonesia ini, meletakkan pondasi persyarikatan dengan melihat situasi dan kebutuhan zamannya. Muhammadiyah didirikan sebagai organisasi yang merespon zaman menuju kemajuan dan modernitas. Dengan demikian Muhammadiyah bersifat terbuka dan dinamis.

Ummat tidak dibiarkan mengamalkan al Qur`an dan sunnah Nabi SAW hanya pada dataran teks belaka. Meskipun itu bagus dan bernilai ibadah. Namun itu saja belum cukup. Perlu pemahaman lebih dalam lagi yaitu implementasi dari makna yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan nyata.

Kyai Dahlan, terinspirasi surat al Ma`un, yang kemudian menggerakkan hati dan pikirannya untuk melakukan aksi nyata memecahkan problematika yang tengah dihadapi ummat. Salah satunya yaitu memberikan kesejahteraan kepada yatim, piatu dan fakir miskin.

Dalam pandangannya, kesejahteraan dimaknai dalam bentuk program yang terstruktur dan termenej dengan baik. Bukan sekedar bagi-bagi sembako atau barang konsutif lainnya yang sifatnya temporal. Melalui program kesejahteraan yang dikelola profesional diharapkan dapat berlangsung berkelanjutan serta memberikan kemanfaatan yang lebih besar bagi ummat dan bangsa.

Konsep kesejahteraan dalam al Ma`un, selanjutnya diejawantahkan dalam bentul amal usaha Muhammadiyah seperti pendidikan, kesehatan, panti asuhan, lembaga dakwah, pondok pesantren, lazismu, dan usaha lainnya sesuai kebutuhan dan perkembangan zaman.

Seperti yang dituturkan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar nashir, Muhammadiyah kini memiliki 163 perguruan tinggi, Aisyiyah mempunyai 23 ribu PAUD dan TK ABA, ribuan sekolah dasar dan menengah, 348 pondok pesantren, 117 rumah sakit (suaramuhammadiyah.id., 18/7/2021). Belum lagi amal usaha lainnya seperti POM bensin, toko swalayan dan lain-lain.

Atas dasar itulah, Muhammadiyah merupakan salah satu organsasi Islam modern terbesar di Indonesia dan bahkan dunia (suaramuhammadiyah.id., 18/7/2021). Kita sebagai warga Muhammadiyah dan bangsa Indonesia, patut bangga. Bahwa Muhammadiyah dalam gerakannya tidak hanya menyasar bagi warganya sendiri, namun juga untuk kepentingan bangsa dan negara secara umum.

Persyarikatan Muhammadiyah merupakan aset bangsa yang harus dijaga dan dikembangkan agar dapat terus berkiprah dan berkontribusi dalam memajukan ummat dan bangsa. Lebih-lebih dimasa pandemi covid 19 yang memberi dampak luas pada semua sektor kehidupan terutama kesehatan dan ekonomi.

Dalam mengatasi pandemi covid 19, Muhammadiyah juga turut andil membantu pemerintah di garda paling depan melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). MDMC Muhammadiyah di semua wilayah bergerak membantu pemerintah dengan mengerahkan sumber daya dan sumber daya manusia (SDM) terbaiknya. Tak hanya itu, kampus-kampus Muhammadiyah juga mengerahkan mahasiswa kedokteran tingkat akhir untuk turut membantu mengatasi pandemi covid 19. 

Apa yang telah dilakukan Muhammadiyah selama ini, baik pada masa pra kemerdekaan, kemerdekaan, reformasi dan masa pandemi covid 19, merupakan wujud nyata Muhammadiyah dalam memecahkan problematika ummat dan bangsa. Dengan demikian, kontribusi Muhammadiyah terhadap kemajuan ummat dan bangsa Indonesia tidak perlu diragukan lagi.

Dalam bidang pendidikan, Muhammadiyah turut memerangi kebodohan melalui sekolah-sekolah Muhammadiyah dari PAUD hingga perguruan tinggi. Bidang kesehatan, Muhammadiyah memberikan layanan kesehatan melalui rumah sakitnya. Bidang ekonomi, Muhammadiyah ikut serta memberdayakan ekonomi ummat melalui binaan LazisMu. Bidang kesejahteraan sosial, dengan membuka layanan kesejahteraan sosial melalui lembaga kesejahteraan sosial yatim piatu dan lain-lain.

Pada bidang pemerintahan, kader Muhammadiyah juga banyak yang duduk di dewan perwakilan rakyat (DPR), kementerian/lembaga, komisi dan lain sebagainya. Hal itu merupakan wujud nyata peran Muhammadiyah dalam membangun negeri ini. Muhammadiyah melakukan semua itu dengan konsisten semata-mata demi untuk kemajuan ummat dan bangsa.

Muhammadiyah berihtiar “menerjemahkan” Islam doktrinal-konseptul menjadi aktual-kontekstual. Risalah Islam dihadirkan dalam wujud nyata yang bisa memberikan kemanfaatan bagi kehidupan manusia. Islam juga dipahami sebagai spirit yang menggerakan ummat pada kemajuan dan peradaban.

Muhammadiyah tidak mau terjebak dengan konsep Islam langit tanpa membumi. Namun risalah Islam dihadirkan sebagai rahmatan lil `alamin. Dengan demikian risalah Islam harus diaktualisasikan dalam bentuk program-program yang nyata agar bukan saja mensejahterakan bagi dirinya, tetapi juga bagi ummat dan bangsa.

Kesejahteraan ummat dan bangsa, dalam arti lahir dan batin, menjadi syarat utama tegaknya peradaban bangsa. Suatu peradaban akan tercapai manakala ummat telah sejahtera baik secara material maupun immaterial. Peradaban yang dibangun atas dasar kesejahteraan jasmani dan ruhani tersebut itulah kejayaan Islam. Akhirnya, kami ucapkan selamat bermilad ke 112. Semoga Muhammadiyah terus bergerak untuk kemajuan ummat dan bangsa. (aa/smol)

*) Penulis adalah aktivis kegiatan sosial keagamaan, simpatisan Muhammadiyah, anggota BPD Desa Danaraja, dan Pengasuh Jam`iyyah “Kenduri Ruhani” Banjarnegara.

TERKAIT

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA