Minggu, 25 Juli 2021

Tips Atur Keuangan Agar Tak Bokek Jelang Akhir Bulan

SMOL.ID, JAKARTA – Menjelang akhir bulan, banyak orang mulai mengeluhkan masalah keuangan. Akhir bulan atau sering disebut tanggal tua, diidentikkan dengan menipisnya duit di dalam dompet, karena seluruh gaji sudah dialokasinya untuk memenuhi kebutuhan.

Setiap orang mempunyai pengeluaran berbeda-beda tergantung kebutuhan masing-masing. Namun yang jelas kebutuhan mendasar seperti makan, minum, kesehatan, listrik, air biasanya akan menghabiskan setengah dari gaji atau lebih. Belum lagi kebutuhan tambahan lainnya seperti hiburan dan kesenangan.

Ada beragam cara mengatur keuangan agar tak bokek jelang akhir bulan atau tanggal tua. Salah satunya menekan gaya hidup dengan mengurangi aktivitas yang tidak penting seperti piknik dan kebutuhan kesenangan lainnya. Namun tidak semua orang bisa melakukannya karena sesuatu hal.

Sebenarnya, ada deretan cara cukup efektif untuk mengatur keuangan dengan tetap menganggarkan kebutuhan kesenangan namun tak mengalami bokek saat menjeang akhir bulan. Dikutip dari Lifepal ada beberapa tips mengatur keuangan agar terbebas dari penyakit bokek saat menjelang akhir bulan.

1.Atur keuangan dengan sistem anggaran 50/20/30

akhir bulan
Ilustrasi: Atur keuangan agar tak bokek jelang akhir bulan/ant

Metode cukup ringkas dan sederhana ini merupakan cara mengatur keuangan berasal dari salah satu Senator di DPR Amerika Serikat, Elizabeth Warren. Anda hanya perlu menyediakan tiga pos keuangan saja.
50 diartikan sebagai 50 persen dari penghasilan bulananmu dialokasikan untuk kebutuhan pokok. Sebut saja seperti biaya makan, sewa kos-kosan, belanja bulanan, dan lainnya.

Sementara itu, 20 persen untuk tabungan. Jangan pernah ganggu gugat 20 persen yang ini, kalau memang ingin banyak duit di masa depan. Dan 30 persen sisanya digunakan untuk hiburan atau kesenangan.

Jika Anda mempunyai gaji Rp 5 juta perbulan, maka untuk biasanya hidup dialokasikan Rp2,5 juta atau 50 persen dari gaji, dan Rp 1,5 juta atau 30 persen untuk kebutuhan hiburan dan lain-lain sedangkan Rp1 juta atau 20 persen dari gaji untuk ditabung.

2. Gunakan sistem zero budgeting atau anggaran tanpa sisa

Cara mengatur keuangan dengan sistem zero budgeting memang terdengar cukup aneh. Intinya, ketika kamu menerima gaji bulanan, harus langsung “menghabiskannya” atau dialokasikan.

Pertama, jumlahkan pengeluaran rutinmu setiap bulan. Biaya makan, sewa kos, cicilan motor, bayar asuransi, transfer orangtua, dan lainnya, termasuk di antaranya adalah bujet nonton, traveling, dan biaya lifestyle lainnya.

Setelah semuanya ditotal, coba hitung selisih total pendapatan dan pengeluaranmu. Jika ada sisanya, segera “habiskan” saat itu juga.

Dengan cara memasukan sisa ke dalam tabungan untuk dana darurat. Intinya adalah, uang yang kamu terima dalam sebulan harus habis untuk sektor yang produktif.

3. Gunakan sistem budgeting

akhir bulan
Ilustrasi: Atur keuangan agar tak bokek jelang akhir bulan/ant

Sistem budgeting ini mengatur uang dengan cara memisah-misahkan sesuai kebutuhan. Paling mudah dengan cara memasukan uang ke dalam amplop. Strategi mengatur keuangan menggunakan amplop memang terkesan ketinggalan zaman. Namun, harus diakui mengatur keuangan dengan cara ini paling mudah di antaranya yang lainnya.

Pertama kali perlu membuat budgeting rutin tiap bulan. Bikin kategori, seperti halnya pengeluaran makan, transportasi, dan belanja mingguan.

Kemudian, pisahkan uang pada masing-masing amplop dengan label pengeluaran yang sudah dibuat. Metode ini bikin kamu “dipaksa” menghemat uang yang sudah dialokasikan.

4. Bijak menggunakan kartu kredit

akhir bulan
Ilustrasi: Atur keuangan agar tak bokek jelang akhir bulan/ant

Kartu kredit memang bisa menjadi solusi efektif untuk memenuhi kebutuhan mendesak yang bersifat produktif. Misalnya, ketika handphone rusak dan menghambat pekerjaan, memenuhi kebutuhan peralatan kantor, dan lain sebagainya.
Meski begitu, kita harus bijak dalam menggunakan kartu kredit agar tidak terlilit utang. Sebaiknya, hindari menggunakan kartu kredit untuk kebutuhan konsumtif seperti beli jam tangan, sepatu, dan sejenisya.

5. Prioritaskan dana untuk melunasi utang

akhir bulan
Ilustrasi: Atur keuangan agar tak bokek jelang akhir bulan/ant

Buat kamu yang memiliki utang, sebaiknya alokasikan dana untuk pelunasannya sebagai prioritas setiap bulan.
Misalnya, kurangi anggaran hiburan untuk melunasi utang tersebut. Atau cara lainnya, alokasikan anggaran khusus untuk melunasi utang.

Yang paling penting, hindari penggunaan kartu kredit atau pengajuan utang lainnya jika pinjaman yang sebelumnya belum terbayarkan. Jangan sampai akhirnya terlilit utang dan seluruh perputaran keuangan akhirnya ikut terganggu.(lin/*/smol)

TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

LAINNYA