Ini Suasana Pembatasan Pengunjung di Lantai 8 Candi Borobudur

276

SMOL.ID, MAGELANG – Candi Borobudur tak lagi bebas. Hanya akan bisa berkunjung sampai lantai 8 saja, begini suasana di area Candi Borobudur.

Mulai tanggal 13 Februari 2020, pengunjung Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, akan dibatasi hingga lantai 8. Tangga naik menuju lantai 9 dan 10 dijaga petugas serta dipasang papan pengumuman.

Berdasarkan pantauan detikTravel, para pengunjung biasa saja naik hingga lantai 8. Sedangkan di lantai 9 dan 10 terlihat tidak ada pengunjung sama sekali. Di tangga naik di menuju lantai 9 dan 10 ini dipasang papan pengumuman. Papan pengumuman ini dikeluarkan Balai Konservasi Borobudur yang tertulis pula karena sedang dilakukan kegiatan monitoring.

Salah satu pengunjung dari Jogja, Restu J mengaku, awalnya sempat terkejut dengan adanya pembatasan pengunjung hanya sampai lantai 8. Kemudian, setelah mendapatkan pemahaman dari petugas bisa memahaminya.

“Awalnya, kami sempat terkejut ada papan pengumuman. Tapi, ini upaya yang bagus untuk menjaga kelestarian cagar budaya,” ujarnya saat ditemui di lantai 8 Candi Borobudur, Kamis (14/2/2020).

Kepala Balai Konservasi Borobudur (BKB) Tri Hartono mengatakan, pembatasan wilayah kunjungan di areal Arupadatu Candi Borobudur pada lantai 9 dan 10. BKB juga sudah menyampaikan surat perihal pembatasan kunjungan sampai lantai 8 kepada GM Manohara dan GM Candi Borobudur.

“Mulai saat ini, tanggal ini (Kamis 13 Februari), kita putuskan untuk sementara di lantai 9 dan 10 kita lakukan monitoring dan evaluasi. Tujuan dari monitoring dan evaluasi ini adalah untuk mengetahui kerusakan di lantai yang dapat dikatakan lantai paling utama, Arupadatu,” kata Tri.

Pengunjung Candi Borobudur yang berada di lantai 8 ini masih bisa melihat stupa-stupa yang berada di lantai 9 maupun lantai 10 dan stupa induk. Pembatasan ini dilakukan untuk menjaga keausan bebatuan candi dari injakan para pengunjung yang tiap tahunnya mengalami peningkatan.

“Berdasarkan pengamatan yang kita lakukan di lantai ini, lantainya mengalami kerusakan hampir 30 persen dan di tangga-tangga yang naik ke atas itu mengalami kerusakan hampir 40 persen. Kerusakannya bermacam-macam ada yang satu mili, ada yang 2 cm, bahkan ada yang sampai 4 cm. Bahkan di beberapa lokasi bagi pengunjung juga membahayakan karena ada beberapa pengunjung yang terpeleset karena batunya sudah agak miring,” ujarnya.

“Keputusan untuk melakukan monitoring ini tujuannya agar bagian paling suci paling tidak, stupa induk dan Arupadatunya bisa lebih terawat kalau kerusakan-kerusakan ini dibiarkan terus menerus yang jelas kita akan kehilangan satu warisan nenek moyang yang cukup berarti bagi bangsa Indonesia ini,” ujar Tri.

Terkait pembatasan pengunjung Candi Borobudur sampai lantai 8, Dirut Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Edy Setijono mengatakan, tidak bisa memberikan komentar khusus karena kebijakan ada di Zona 1.

“Kami tidak memberikan komentar secara khusus tentang hal itu karena ini kebijakan ada di zona 1 dan itu kebijakan dari Direktorat Jenderal Kebudayaan. Saya kira kalau teman-teman ingin mengetahui tentang hal itu kami persilakan untuk konfirmasi langsung,” katanya.

“Kami lagi komunikasi kepada Pak Dirjen, kami juga berkirim surat kepada beliau cuma nanti penjelasannya seperti apa. Pada prinsipnya kami, Taman Wisata Candi itu setuju dengan konsep konservasi, tapi mungkin tata caranya yang kita atur,” ujar dia.(dtc/smol)

Leave a Reply